Wednesday, 16 February 2011

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI GARMENT

Dalam era globalisasi, persaingan bisnis menjadi sangat tajam, baik di pasar nasional maupun di pasar internasional. Meningkatnya intensitas persaingan dan jumlah pesaing juga menuntut setiap perusahaan untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen serta berusaha memenuhi apa yang mereka harapkan dengan cara yang lebih memuaskan dari pada yang dilakukan para pesaing.
Saat ini tuntutan konsumen selalu meningkat dan berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi yang mengakibatkan cepatnya perubahan selera konsumen terhadap suatu produk. Semakin kompleks kebutuhan konsumen terhadap produk, maka semakin banyak jenis produk yang diperlukan untuk memenuhi segmentasi pasar sehingga tingkat persaingan di pasaran terus meningkat. Dengan kata lain diperlukan produk yang berkualitas untuk bisa eksis di dunia industri sekarang ini.
Membicarakan tentang pengertian atau definisi kualitas dapat berbeda makna bagi setiap orang, karena kualitas memiliki banyak kriteria dan sangat bergantung pada konteksnya. Namun secara umum orang menyatakan bahwa kualitas adalah sesuatu yang mencirikan tingkat dimana suatu produk memenuhi keinginan atau harapan.
Pengendalian kualitas sangat dibutuhkan dalam memproduksi suatu barang untuk menjaga kestabilan mutu hasil produksi dan sebagai salah satu usaha untuk menemukan faktor-faktor terduga yang menyebabkan kurang lancarnya fungsi dalam proses suatu produksi sehingga bila terjadi gangguan dapat segera dilakukan tindakan pembetulan sebelum terlalu banyak produk yang tidak sesuai dengan produksi.
Begitu pula dengan industri garment dalam memproduksi busana. Seringkali terdapat kesalahan seperti kain belang, kain berlubang, cacat rajutan, kotor, terdapat lubang gunting, salah jahit, dan masih banyak lagi.
Berikut akan dibahas lebih rinci jenis cacat dalam produksi garment, proses pengendalian mutu, dan faktor yang mempengaruhinya.

Jenis Cacat Dalam Produksi Garment
Cacat yang terjadi dalam produksi garment dapat dikelompokan dalam dua bagian yaitu sebagai berikut :
a. Cacat material.

Dalam cacat material ini biasanya cacat yang terjadi sebelum pengolahan kain menjadi pakaian. Cacat meterial ini dapat terjadi dalam pengiriman maupun dalam memproduksi kain yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakaian. Adapun cacat yang sering termasuk dalam cacat material antara lain sebagai berikut.
1)Kain shadding
Ketidaksesuaian warna kain sebelum diolah menjadi pakaian. Kain yang akan digunakan adalah kain yang sesuai standar yaitu yang warnanya sama dan tidak terdapat belang atau warna beda dalam satu rol atau satu lot kain. Jika dalam satu rol atau satu lot kain mengalami 1 warna yang berbeda maka kain tersebut sudah dikatakan cacat.
2)Kain banyak berlubang
Sebelum kain digunakan untuk bahan pakaian, dicek apakah kain banyak berlubang apakah tidak. Walaupun lubang yang terdapat cukup kecil, kain tersebut sudah dikatakan cacat. Lubang pada kain dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain tersangkut pada waktu pengiriman.
3)Kain banyak benang yang putus
Kain yang dalam rajutanya banyak benang yang putus, kain tersebut sudah dikatakan cacat biasanya benang yang putus dalam rajutanya dikarenakan faktor dalam memproduksi kain untuk bahan baku pakaian.
4)Kain banyak yang kotor
Jika dalam kain banyak kotoran kain tersebut sudah dikatakan cacat. Kotor dalam kain banyak disebabkan oleh factor dalam mendistribusikan kain tersebut. Kotor yang banyak terjadi diakibatkan air yang mengenai kain, sehingga ada bekas tertinggal dalam kain tersebut.

b.Cacat Produksi
Cacat produksi adalah cacat yang disebabkan saat memproduksi pakaian. Cacat yang termasuk dalam cacat produksi dapat digolongkan menjadi beberapa bagian antara lain sebagai berikut.
1)Berlubang terkena gunting

Lubang yang terkena gunting dalam memproduksi pakaian sudah dikatakan cacat. Biasanya kain yang berlubang dikarenakan gunting terdapat dalam proses cutting atau bagian pemotongan kain dan pada proses batil dari sisa-sisa benang jahitan.
2)Berlubang terkena jarum patah
Kain yang berlubang dikarenakan jarum patah biasanya pada waktu menjahit bagian atau komponen pakaian. Walaupun lubang yang dihasilkan dari jarum patah cukup kecil, pakaian tersebut sudah dikatakan cacat.
3)Tension
Tension adalah benang pada rajutan tidak normal seperti benang kendor atau terlalu kencang dalam rajutnya.
4)Langkah jarum
Langkah jarum yang terlalu lebar dan terlalu sempit mengakibatkan benang tidak sesuai ukuran normalnya, sehingga jahitan pada pakaiannya sudah tidak sempurna atau cacat
5)Terkena Kotoran
Kotoran yang biasanya mengenai kain adalah jenis minyak pada mesin jahit dan tanah yang menempel pada kain.

Proses pengendalian kualitas produksi garment
Proses pengendalian produksi garment biasanya dilakukan dengan jalan melakukan pengecekan pada semua departemen guna meminimalisir cacat dalam produksi. Pengecekan yang dilakukan antara lain sebagi berikut :
1.Diadakannya cek material atau kain di departemen cutting untuk mengetahui cacat material, sebelum kain tersebut dipotong dalam bentuk komponen.
2.Setelah kain dipotong dalam bentuk komponen dilakukan cek kualitas potong dan ukuran komponen yang sebelumnya di mall atau digambar pola.
3.Cek jahit gabungan dari komponen yang sudah lolos seleksi menjadi pakaian setengah jadi.
4.Cek jahit gabungan komponen dan accesoris menjadi pakaian jadi total.
5.Cek barang jadi setelah di trimming atau dibatil dari sisa-sisa benang jahitnya.
6.Cek barang jadi setelah pakaian di Ironing atau digosok dengan setrika uap.
7.Cek barang jadi setelah masuk polybag dan packing.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengendalian kualitas produksi garment.
Dalam memproduksi garment banyak faktor yang mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain sebagai berikut.
a. Manusia
Sumber daya manusia adalah unsur utama yang menentukan dalam proses pengendalian kualitas yaitu tenaga kerja yang mempunyai komitmen, dedikasi, tanggung jawab, dan loyalitas yang tinggi yang sangat mempengaruhi dari kualitas produk yang dihasilkan. Ketelitian dari pengerjaan barang yang akan dihasilkan yang menentukan bagus tidaknya barang yang akan dihasilkan.

b. Mesin
Mesin sebagai alat pendukung pembuatan suatu produk memungkinkan berbagai variasi dalam bnetuk, jumlah dan kecepatan proses penyelesaian kerja. Pengaturan tata letak mesin-mesin produksi dilakukan untuk memperlancar proses produksi yang efektif dan efisien. Mesin dapat membantu mengurangi jumlah produk cacat yang diakibatkan oleh kelalaian tenaga kerja pada saat proses produksi. Faktor usia mesin merupakan salah satu penentu dari produk yang dihasilkan. Semakin tua mesin yang digunakan semakin banyak produk yang dihasilkan kurang dari kualitas standar. Selain faktor usia mesin terdapat ketepatan dan kecepatan dalam seting mesin yang sangat berpengaruh terhadap kualitas yang dihasilkan. Tingkat eror atau tingkat kerusakan mesin yang digunakan juga berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan semakin banyak mesin yang rusak dalam memproduksi maka akan semakin banyak cacat yang terdapat dan akan memperlambat proses produksi.
c. Waktu
Faktor waktu dalam menentukan baik tidaknya produk yang dihasilkan sangat berpengaruh. Bila waktu pengerjaannya lama atau panjang bisa dipastikan kualitasnya akan semakin bagus. Bila waktunya sedikit atau mendesak maka proses produksi kurang teliti sehingga cacat yang dihasilkan kemungkinan banyak. Dalam memproduksi diusahakan karyawan di PT. Asrindo Indty Raya menghasilkan kualitas yang semaksimal mungkin walaupun waktunya sedikit.

Berdasarkan uraian diatas, maka dalam produksi garment disarankan sebagai berikut.
1.Hendaknya lebih menekankan kepada karyawan untuk dapat memperhatikan kebersihan lingkungan dan alat yang digunakan terutama pada mesin jahit yang digunakan supaya pelumas mesin dan debu atau tanah, tidak banyak mengotori kain yang digunakan.
2. Penyebab-penyebab ketidaksesuaian pada proses produksi garment dapat diantisipasi dengan cara memperketat seleksi karyawan yang bekerja sesuai dengan keahliaan dan memberikan pengarahan pada karyawan terutama pada operator mesin jahit agar lebih memperhatikan dan berhati-hati.

No comments:

Post a Comment